Puisi – Puisian

13 04 2010

Waktu
20 tahun sudah….
Waktu merejam kita berdua…
Kau yang tak tergapai
Dinding itu …. tembok berlin katamu
Jurang itu…jurang palungkah ?
Tak sanggup kau..
Tak mampu aku….
Hasrat kita..
Asa kita….
Hatimu ..hatiku …
Terbawa sang waktu…

Kegagalan Bukan Akhir dari Perjalanan
Perjalanan manusia penuh dengan lika-liku
Selalu berbeda tanpa batas ruang dan waktu
Kegagalan kadang kala menyakitkan kalbu
Jika tiada pembimbing bagi hati yang pilu
Ketika akhir dari tujuan tidak menjadi milik anda
Hanya keikhlasanlah yg menolong pedihnya jiwa
Tatkala kegagalan terus membayangi langkah kita
Pasrahkanlah segalanya pada Sang maha Bijaksana
Percayalah bahwa Sang Pencipta maha mengetahui
Sehingga sanubari senantiasa berdzikir tanpa henti
Renungkanlah makna hidup setiap insan di dunia ini
Niscaya kebahagiaan akan merasuk dalam ruang hati
Kegagalan bukan akhir dari suatu perjalanan
Karna ia hanya sebatas ujian dalam kehidupan
Kerinduan akan kebahagiaan selalu didapatkan
Bagi seorang yg berfikir bahwa hidup adalah ujian
Jadilah hamba Allah yang baik saat menyikapi segala cobaan
Sehingga jiwa yang tenang menghampiri nuansa kebahagiaan
Tataplah masa depan melalui doa dalam langkah kemenangan
Karna tiada hal yang sia-sia dalam setiap jalan pengorbanan.

Luka hati
Aku disini terdiam
Tersentak tanpa kata
Seakan dunia gelap oleh kabut
Seolah cahaya hilang di telannya
Ku mencintai bukan membenci
Ketika ku coba untuk memahami
Arti cinta sebnarnya
Tapi kenapa hanya luka yang ku dapat
Kini ku coba untuk merajut kembali sehelai demi sehelai
Ketika rajutan itu akan utuh kau hancurkan dengan
Dengan sebuah silet tajam
Kau sayat seolah kau tak mempuyai rasa
Aku hanya bisa terdiam melihatnya
Seakan pasrah dengan semua
Karma ku mencintai
Buka ,aku yang di cintai
Semoga kau bahagia
Dengan luka ku ini
Semoga kau tenang
Dengan pederitaan hati
Sesungguhnya tuhan melihat
Mendengar
Dan mersakan
Apa yg kurasa
Dia tak diam
Tapi dia selalu mendengar do’a ku
Suatu saat kau akan tau
Arti cinta sebenar nya..

Putih yang mengHitam
Putih di saat itu
Bermekaran tak karuan melenggang
Hanya sementara…
Beban yang berkutat
Hitam, hina, rasa sesak, benci…
Menumpuk melihat Hitamnya
Dosa yang Hitam bercampur sesal kemudian
Entah apa yang akan hancur
Gagal sudah…
Hitam, sungguh pekat…
Hitam, lekat menghitam, membulat
Kentalnya Hina Hitam saat itu
Putih telah gagal
Hitam menjadi sesal yang teramat malu
Putih telah jatuh
Hitam akan selamanya merekat
Putih yang sirna
mendekati Hitam…


Aksi

Information

4 responses

14 04 2010
conoy

lebay euy hehe

4 05 2010
Small Laptop Computers

Puisinya bagus-bagus tapi klo bisa di posting satu-satu donk

4 05 2010
Novri Farisi

hhhee… iya emang sedikit lebay… tapi bagus koq

4 05 2010
arifsubarkah

heheheheheh……
bisa di atur.!!!!!

thanks all

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: