Penyelidikan Kasus ATM Libatkan BIN

25 02 2010

Catatan Poltabes Denpasar, korban adalah nasabah BCA, BNI, Mandiri, dan Permata.

Jum’at, 22 Januari 2010, 04:01 WIB

VIVAnews – Direktur Reskrim Polda Bali Komisaris Besar Andi Taqdir Rahmantiro kini tengah mempelajari modus yang kerap dilakukan para hacker, termasuk dugaan modus lain yang kini masih terus dipelajari perkembangannya.
“Hanya saja, kita curigai modus yang digunakan hacker lebih menguat untuk penyelidikan kasus ini,” kata Andi, Kamis, 21 Januari 2010.
Disinggung kemungkinan melibatkan Badan Intelijen Negara (BIN) yang ada di Bali, dia tak membantah. “Kita masih melihat perkembangan kalau memang memungkinkan, kenapa tidak. Tentu saja untuk membantu melakukan penelusuran yang pelakunya saya rasa sangat profesional,” paparnya.
Sampai saat ini laporan yang masuk di reskrim Polda Bali sebanyak lima sementara jumlah secara keseluruhan sekitar 24 laporan, 18 di wilayah Poltabes Denpasar antara lain Polsek Kuta, Denpasar Selatan, termasuk tiga laporan terbaru yaitu satu warga Belanda yang kehilangan uangnya Rp13,5 juta, dan dua nasabah Bank Mandiri, serta satu kasus di Ubud, Gianyar,.
Catatan Poltabes Denpasar, sementara ini dari empat bank yang telah tercatat yaitu BCA, BNI, Mandiri, dan Permata, dengan kerugian keseluruhan sekitar Rp 536,8 juta. Dengan rincian di BNI Rp 78,2 juta, BCA Rp 249,7 juta, Bank Permata Rp 194, 4 juta, dan Bank Mandiri 1 juta.
Laporan : Dewi Umaryati l Bali


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: