Fakta Tentang Kemiskinan

2 01 2010

Fakta tentang kemiskinan saat ini semakin sulit dibantah pemerintah. Ini menyusul ditemukannya 2,3 juta balita kurang gizi dan terjadinya kerawanan pangan di sejumlah wilayah.

“Gurang gizi dan rawan pangan adalah masalah paling mendasar dan merupakan indikator sangat sederhana dalam mengukur kesejahteraan rakyat,” kata ekonom yang juga pengamat kebijakan publik Ichsanuddin Noorsy di Jakarta, kemarin.

Selain itu, pemerintah masih menghadapi persoalan pelik lain berupa kekurangan infrastruktur, ketidakstabilan penentuan kebijakan, serta tingginya angka kemiskinan dan pengangguran. Pemerintah juga masih dihadapkan pada masalah internal seperti ketidakefisienan birokrasi dan egoisme sektoral yang membuat pertumbuhan daya saing di pasar global tetap lemah.

“Mungkin kita tidak perlu memikirkan hal yang terlampau jauh. Untuk pemenuhan makan saja rakyat sulit sekali. Faktanya, banyak rakyat menderita rawan pangan dan banyak pula balita kekurangan gizi,” kata Ichsanuddin.

Dia menambahkan, untuk menggenjot perbaikan ekonomi nasional harus ada program khusus. Program tersebut harus mampu menyelesaikan dua masalah mendasar, yakni kemiskinan dan penumbuhan peluang usaha dibarengi penyediaan lapangan kerja. Program ekonomi tersebut harus digarap langsung oleh pemerintah, karena angka kemiskinan yang mencapai 44 juta jiwa plus 11,6 juta pengangguran sudah sangat memprihatinkan.

Pandangan senada juga dikemukakan ekonom Indef Iman Sugema. Dia menilai, kebijakan sekarang ini tidak kompatibel sehingga pelaku usaha domestik melihat adanya ketidakpastian dalam dunia usaha dalam beberapa tahun terakhir ini. “Tatanan ekonomi global sudah berubah. Tapi perekonomian kita belum menunjukkan kemajuan. Ini berarti perlu reorientasi tujuan pembangunan ekonomi, tidak lagi hanya mengejar stabilitas,” kata Iman.

Pemerintah, menurut dia, seharusnya membenahi persoalan utama yang menghambat kemajuan usaha yang mengakibatkan pertumbuhan ekonomi nyaris terhenti. “Kita harus realistis. Apakah kebijakan dan program ekonomi yang digelontorkan pemerintah selama ini telah dirasakan rakyat atau tidak? Tim ekonomi harus memahami soal ini,” ujar Iman.

Di sisi lain, Ichsanuddin menilai, perlu dilaksanakan reformasi ekonomi secara lebih serius agar semua hambatan yang merintangi pembangunan ekonomi nasional dapat diterobos. Menurut dia, keterpurukan ekonomi nasional akan semakin sulit diperbaiki jika kondisi ekonomi tidak segera membaik dalam tiga tahun ke depan. (Abdul Choir).


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: